Archive for April, 2008
My Special Moment
Saat itu…
Aku terbangun dari tidur siangku
Menatap sekeliling
Hanya ada hening…
Aku mengendus udara panas yang terik
lalu kudengar suara adzan nan merdu
Mataku berat…
Tubuhku enggan melangkah…
Otakku berpikir macam-macam dan ingin terlelap lagi
Tempat tidurku enggan melepaskanku dari pelukannya
Ingin kubiarkan jiwaku terbang kembali bersamanya, merangkai bunga tidur nan indah…
Tapi kuurungkan niatku…
Aku melangkah
Mengambil air untuk mensucikan diriku
Perlahan kuusap mukaku yang lesu
dan seketika rintik hujan menyambutku dengan tawa
Suara riangnya seolah-olah membenarkan tindakanku kali ini…
Aku tersenyum dalam sujudku
Berharap setiap hari kan ada rintik hujan yang menyambut niat baikku…
Depok, 30 April 2008
Diane_Yuyie
Add comment April 30, 2008
Berubah Aliran
Sholat Isya dan tarawih berjamaah yang akan diadakan di masjid sekolah sedang dinantikan oleh panitia dan peserta pesantren kilat tahun ini. Dari lantai atas, Rama yang menjabat sebagai seksi keamanan, masih terdiam memandang Icha yang sedang duduk sendirian di depan kelas. Icha yang merasa diperhatikan pun akhirnya menoleh kearah datangnya sorot mata itu. Rama yang terlanjur tertangkap basah hanya bisa melambaikan tangannya. Icha membalasnya dengan senyuman. Rama mengakui kalau Icha memiliki senyum yang manis, ingin rasanya ia membalas dengan kiss bye andalannya. Tapi kemudian Rama menarik kembali keinginan norak yang muncul di otak besarnya itu. Rama pun tersenyum.
Continue Reading Add comment April 28, 2008
puisi buat azwa
Mata mungilmu bercahaya
Bagaikan sepasang mutiara hitam yang berkilau tertimpa sinar mentari
Tawamu selalu menentramkanku
Menenangkan jiwaku yang lelah
Membuatku enggan menjauh darimu, meski sesaat
Tingkahmu yang penuh dengan keluguan
Caramu menjatuhkan diri secara tiba-tiba
Membuat hatiku senantiasa terjaga
Tak ingin kau sedikitpun terluka
Sayangku,
Kau hadir membawa riuh yang menyenangkan
Setiap waktu kini menjadi berbeda
Penuh dengan gelak tawa
Tangisan manjamu
Tak sedikitpun merubah rasa sayangku
Malah semakin besar
Jadilah kau yang pemberani
menantang hidup ini dengan pasti
Jadilah kau yang cerdas
mensiasati tipu daya dunia
Jadilah kau yang lembut hati
menyayangi semua makhluk di muka bumi
Jadilah kau yang sholehah
membawakanku sebuah nampan penuh doa saat ku tiada
Dedicated to Azwa Auriga
Depok, 11 April 2008
By Diane_yuyie
Add comment April 27, 2008
Anggrek Bulanku
Aku tak mau menjadi diriku yang sekarang. Tidak untuk saat ini. Aku ingin mencari sebuah ketenangan. Bukan sesuatu yang membuat tubuh dan jiwaku melayang entah kemana. Dan kini, hanya angin kemarau yang mengerti benar kegundahanku. Menyesakkan nafasku, menggerogoti kerongkonganku dengan dahaga yang tak berujung. Selain itu, wajah-wajah sahabat yang dulu kukenal sehidup semati seketika berubah sinis. Mereka tak lagi menganggapku ada di dunia.
Continue Reading Add comment April 27, 2008