Bunga Favoritku

Mei 1, 2008

Ada beberapa bunga yang aku sukai:

  1. Mawar
  2. Anggrek
  3. Melati
  4. Edelwise

Mawar ada di peringkat pertama karena menurutku bunga ini memiliki makna yang tinggi, salah satunya bisa dipakai untuk mengungkapkan rasa sayang. Mungkin juga karena warna-warnanya yang beraneka ragam, juga wanginya yang khas. Aku jadi ingat, masku pernah memberikanku bunga ini karena dia tahu aku sangat menyukai mawar. Aku menghargai pemberiannya meskipun aku tahu tak ada perasaan romantis sedikitpun di dalamnya. Dia hanya mau memberi kejutan. That`s great, itu tandanya ia sayang.

Anggrek adalah bunga yang memiliki bentuk artistik. Warna-warnanya indah, dalam satu tangkainya pun bisa ada beberapa bunga. Aku pernah memberikan kado bunga anggrek pada salah seorang sahabatku. Aku memberikannya bunga anggrek karena kupikir aku menghargai bunga tersebut seperti hanya aku menghargai sahabatku. Tapi, aku salah besar. Mungkin lain kali sebaiknya aku memberikannya tanaman kaktus yang tahan tidak diberi air beberapa lama. aku sedih saat aku tahu bunga anggrek pemberianku “MATI”. Hiks, kasihan betul dia.

Melati, bunga ini sempat kujadikan bunga yang special, tapi tidak lagi setelah aku menghirup kuncupnya yang mungil dan masuk ke dalam lubang hidungku. Ih, butuh waktu lama juga untuk mengeluarkannya. Teman-teman SD ku yang melihatku pun hanya bisa menertawakanku saat itu. Padahal… sakit banget.

Edelwise… Bunga tanda cinta abadi? Is that true… Ada seorang temanku yang pernah susah payah membawakanku bunga ini dari puncak gunung. Dia sampai sembunyi-sembunyi dari patroli hutan. Uch, susah2 amat, padahal di kali adem juga banyak yang jual. Hehehe… Tapi buat aku bunga ini bukan bunga tanda cinta abadi… seperti dalam sebuah dongeng yang pernah kubaca. Bunga Edelwise adalah jelmaan air mata seorang putri Es yang tinggal di puncak gunung. Dia tak bisa bersatu dengan kekasihnya yang hanya manusia biasa… Dan sang putri hanya bisa memandang kekasihnya itu dari kejauhan. Kekasih yang dibuat jatuh cinta dengan orang lain, oleh ayah sang putri itu sendiri. Baru ini aku baca dongeng yang sad ending… T_T

Entry Filed under: CurHat. Tag: .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Tanggalan

Mei 2008
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Eheemm

Cerpen Cooking Class CurHat Puisi Rekomendasi

The Most 'Anyar' here

Recent Comments

Bang Yudi di Buku Anak-anak
gugahseni di Buku Anak-anak
miftah di Sugeng Rawuh